Bagaimana Hukum Dan Keadilan Di Indonesia Bisa Benar-benar Berdiri Untuk Rahmanto

Bogor (NR),-Kasus pengerusakan dan penganiayaan yang terjadi 4 tahun lalu yang dilakukan salah satu Ormas Banteng Bogor Raya (BBR) dalam acara pentas Seni Budaya di Desa Ranca Bungur, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor , 16 Desember 2014 silam “mandeg” dan tak ada kejelasan.

Surat Rachmanto selaku pelapor mengaku kecewa dengan kinerja Kepolisian Polres Bogor, yang diduga ada oknum yang sengaja membiarkan kasus tersebut dibekukan.

“ Sudah empat tahun saya mempertanyakan kasus penganiayaan dan pengrusakan itu, namu sampai saat ini pihak Kepolisian Polres Bogor tidak ada tindak lanjutnya. Padahal barang bukti dan saksi sudah diserahkan dan dimintai keterangan,” ungkap Surat Rachmanto heran, Senin (10/06/2019).

Awalnya dia melaporkan kasus itu ke Polsek Kemang, Bogor dengan laporan Polisi Nomor, LP/501/B/XII/2014. Kemang.

Alhasil, bukannya mendapatkan respon positif malah kasus tersebut pun langsung dilimpahkan ke Polres Bogor. Tertanggal, 25 Januari 2015 sesuai surat pengalihan perkara No. B/15/I/2015/Reskrim.

Dalam kronologis awal kasus tersebut menjelaskan, sekira pada 16 Desember 2014, Surat Rachmanto mengaku diberikan kepercayaan oleh Lurah Cimulang Rancak Bungur, Bogor, Zaenuri untuk menggelar acara pentas seni budaya untuk memperingati ulang tahun di desa tersebut.

Ia dipercaya Sebagai pimpinan event organizer pada perhelatan acara itu.

” saya telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara tersebut sesuai perjanjian dengan Lurah Zaenuri.” Paparnya

Ia menjelaskan lebih lanjut, pada waktu itu ketika acara dimulai, tiba–tiba datang segerombol orang yang mengaku dari Ormas BBR minta uang 15jt untuk dana konsolidasi. Namun, sama panitia hanya mampu diberikan 5jt itu pun uang yang dikolektif dari para pedagang, lantas uang tersebut diterima. Namun amat disayangkan, ahirnya ormas tersebut merusak tenda dan menganiaya Crew event organizer.

Saya datang ke lokasi untuk mengetahui peristiwa itu, di lokasi acara para oknum dari Ormas BBR masih mengamuk dan marah, lantaran uang yang mereka minta sebagai uang “jago” tak semuanya dikabulkan. Papar Rahmanto

BACA JUGA  Polisi Buru Perampok Toko Emas di Balaraja, Kapolres Pastikan Dalam Waktu Singkat Pelaku Ditangkap

Setiap orang/warga negara Indonesia berhak mendapatkan keadilan hukum dan perlindungan hukum yang sudah dijamin dan tertuang dalam perundang-undangan.

“Saya mencurigai adanya oknum aparat dan pejabat desa yang menyebabkan kasus ini mandeg,” lanjut Rachmanto

Ia berharap agar pihak aparat kepolisian sebagai ujung tombak dalam hal penanganan perkara pidana merealisasikan kasus yang telah menelan kerugian baik materi dan imateri itu.

“Kasus pengrusakan dan penganiayaan yang sepatutnya harus ditegakan keadilan hukum kepada pelaku sesuai dengan pasal 170 KUHP pengrusakan dan penganiayaan,” ujar Rachmanto.

Sementara Aiptu. Isa Ismail, Penyidik Pembantu Unit 4 (empat) Polres Bogor ketika dikonfirmasi wartawan melalui seluler, mengatakan, berdasarkan hasil dari gelar perkara pihak Penyidik membutuhkan minimal dua orang saksi dari pihak pelapor (Surat Rachmanto-red) lagi, selain saksi dari Penyidik. Dan juga membutuhkan Barang bukti (BB) yang ada di pelapor.

“Saya sudah mendatangi saksi saksi sesuai yang diberikan oleh pelapor, tetapi sampai saat ini saksi saksi tersebut tidak pernah datang ke kantor kami di Polres Bogor,” pungkas Isa Ismail

Pernyataan Aiptu Isa Ismail itu dibantah oleh Surat Rachmanto yang juga merupakan pelapor dan korban.

“Barang Bukti sudah saya serahkan semua ke Polsek Kemang ketika saya membuat laporan di Polsek Kemang, dan semua ada tanda terima,” tegas Rahmanto

Bahkan kata Surat Rachmanto mengaku pada saat itu saksi sudah saya hadirkan sebanyak 11 orang, malah lebih dari cukup jumlah saksi yang diminta polisi.

Atas perkara ini, dirinya sudah melaporkan ke Propam Polres Bogor, namun sampai sejauh ini perkara itu pun belum ada titik terangnya.

Dan akhirnya sampai hari ini kasusnya itu diadukan ke Polda Jawa Barat pada Senin 10 Juni dengan melayangkat surat ke Kapolda Jabar dengan tembusan ke Waka Polda, Irwasda Polda Jabar, DirReskrim dan Propam Polda Jabar.

“Sekarang tinggal menunggu bagaiman perkembangan Polda Jabar menangani kasus tersebut.” Tutup Rahmanto.(Wie)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *