Satreskrim Polres Garut Berhasil Amankan Lima Orang Warga Cikelet Pelaku Pemalakan di Pantai Santolo

GARUT, (NR).- Rasa penyesalan tampak terlihat jelas di raut wajah lima orang warga Kecamatan Cikelet yang diamankan jajaran Satreskrim Polres Garut. Mereka diamankan karena diduga telah melakukan aksi pemalakan terhadap sejumlah wisatawan yang datang ke kawasan objek wisata Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, beberapa waktu lalu.

Seperti yang dilansir oleh pikiran rakyat.com, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebutkan belum lama ini pihaknya telah mengamankan lima orang tersangka pelaku pemalakan terhadap sejumlah wisatawan di kawasan pantai Santolo. Kelima tersangka yang diamankan yakni PH, AN, AS, MS, dan UY yang semuanya merupakan warga di Kecamatan Cikelet.

“Lima tersangka ini sering memalak para wisatawan yang datang ke pantai Santolo. Mereka memaksa korbannya untuk membayar uang masuk kawasan serta uang parkir di luar retribusi yang resmi,” ujar Budi saat menggelar ekspos di Mapolres Garut Jalan Sudirman, Senin 6 Mei 2019.

Dikatakannya, aksi pemalakan yang dilakukan lima orang tersangka diduga sudah berlangsung cukup lama. Uang yang mereka sebut untuk membayar retribusi memasuki kawasan objek wisata dan uang parkir ternyata tak mereka setorkan akan tetapi mereka bagi-bagi untuk keperluan mereka.

Laporan yang menjadi dasar penangkapan terhadap lima tersangka adalah aksi pemalakan yang dilakukan pada 30 April 2019 lalu. Saat itu mereka melakukan pemalakan terhadap wisatawan yang berasal dari daerah Karawang.

Aksi pemalakan yang dilakukan lima tersangka, menurut Budi, sangat disesalkan karena telah mencoreng nama Garut. Apalagi aksi pemalakan tersebut sempat viral di media sosial setelah korban meng-upload-nya di facebook dan instagram.

“Sangat kita sesalkan karena perbuatan mereka telah mencemarkan nama Garut. Makanya kita tak bisa biarkan hal ini sehingga kita langsung lakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap para pelaku,” bebernya.

Budi juga menegaskan jika aksi pemalakan yang dilakukan lima tersangka merupakan aksi premanisme. Selain itu, mereka juga terlibat dalam aksi pemalsuan tiket yang mereka gunakan sebagai alat modus aksi pemalakan yang dilakukan.

BACA JUGA  Komplotan Jambret Spesial Angkutan Umum Berhasil Diciduk Polsek Neglasari

Dalam aksinya, tutur Budi, mereka meminta uang sebesar Rp 10 ribu per orang dan Rp 5 ribu untuk parkir per mobil. Aksi ini sudah berlangsung cukup lama yakni sekitar tiga tahun terakhir akan tetapi baru terungkap sekarang.

Disampaikannya, ulah tak terpuji kelima tersangka ini telah membuat para wisatawan kesal karena merasa dipalak dengan alasan untruk retribusi dan uang parkir. Padahal sebelumnya mereka telah membayar retribusi di pos resmi saat mau masuk kawasan wisata Pantai Santolo.

Diungkapkannya, kelima tersangka ditangkap saat melakukan aksinya di kawasan Santolo. Empat orang ditangkap saat beraksi tak jauh dari tempat pelelangan ikan dan seorang lagi tak jauh dari masjid.

Selain lima tersangka, tambah Budi, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya uang sebesar Rp 1.960.000, karcis penitipan dan karcis parkir karang taruna. Kelimaya kini meringkuk di sela tahanan Mapolres Garut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani pemeriksaan.

“Sebenarnya dari pengakuan lima tersangka yang sudah kami amankan, ada sembilah pelaku yang biasa melakukan pemalakan. Saat ini baru mereka berlima yang berhasil kami tangkap dan sisanya masih dalam pencarian,” ucap Budi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 368 dan 263 KUHP tentang pemerasan dan pemalsuan. Pasal pemalsuan diberikan karena para pelaku menduplikasi tiket masuk dan parkir. Adapun ancaman hukuman untuk pra tersangka yakni sembilan tahun kurungan penjara.

Kapolres mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemantaun terhadap objek wisata lainnya di Garut karena tak menutup kemungkinan aksi serupa juga ada di objek wisata lainnya. Pihaknya tak akan membiarkan aksi premanisme mengganggu kenyamanan dan keamanan para wisatawan karena hal ini bisa mencoreng nama Garut di daerah lain.

“Saya imbau kepada para wisatwan yang merasa terganggu dengan aksi premanisme atau merasa dipalak, langsung saja laporkan ke polisi. Kami pasti akan menindaklanjutinya dengan melakukan penangkapan terhadap mereka,” ucap Budi.(Red NR)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *