Kolaborasi Satgas Subsektor 21-11 dan Warga Masyarakat Atasi Sampah di Lagadar

Lagadar,nuansarealita.com,- Selain pengecekan rutin limbah pabrik dilaksanakan juga kegiaatan pembuatan TPA ( tempat pembuangan akhir )sampah oleh satgas subsektor 21-11 Lagadar yang berkolaborasi bersama warga Masyarakat Rw 04 Desa Lagadar Kab Bandung dalam mengatasi permasalahan sampah yang selama ini menjadi polemik warga, Senin (7/1/19)

Menurut Dansubsektor 21-11 Lagadar kepada wartawan mengatakan ” Permasalahan sampah yang selama ini membingungkan warga sudah dapat teratasi dengan adanya dukungan dari masyarakat ” Jelas Pelda Rabino yang di dampingi oleh Wadansub Sertu Toto dan Babinsa Sertu Agus.

Tambah Rabino, ” Kami berkolaborasi dengan warga masyarakat Rw 04 Desa lagadar dalam pembangunan TPA sampah dengan menggunakan alat pembakaran yang merupakan hasil swadaya masyarakat yang dalam pekerjaannya di bantu oleh satgas,” tutur nya

Mengenai alat pemusnah sampah itu sendiri merupakan hasil dari pemikiran inisiatif seorang ketua RW yang merasa tergugah dalam menyelesaikan urusan sampah warga nya .

” Kami sangat mendukung sekali adanya TPA ini yang merupakan bentuk kerjasama antara Warga masyarakat Rw 04 dengan satgas citarum harum” jelas Dani Ketua RW 04 yang merupakan pemarkasa mendatangkan mesin penghancur sampah dengan harga mesin 20 jt per unit.

Tambah Dani, ” kalau mengandalkan pengangkutan sampah dari pemkab pasti mengeluarkan cosh biaya yang cukup tinggi karena biaya angkut nya ” ucap Dani

Untuk itu kami bekerjasana dengan satgas membuat TPA ini sehingga harapan kami sampah bisa musnah di RW nya ,dan kami hanya memungut lima ribu rupiah per kk per bulannya terdapat 584 Kk yang pengturannya memerlukan pekerja dua orang dengan kapasitas 2 Ton perhari dan abu pembakarannya akan kami jadikan kompos, imbuhnya

Kami harapkan langkah kami dengan satgas menjadi contoh bagi RW lain di Desa Lagadar dalam mengatasi masalah sampah di warga apalagi sekarang kami melihat tidak ada bak sampah di bantaran sungai, sayang bila sungai yang sekarang sudah bersih menjadi kotor kembali, saya rasa ini bisa dijadikan solusinya ,namun sangat disayangkan responsif pemerintah desa ” sangat kurang “,pungkas Dani. ( Tyo NR )

Spread the love
  • 6
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *