Giat Rutin Subsektor 21-11 lagadar Cek Limbah Dua pabrik di Nanjung

Lagadar,nuansarealita.com,- Upaya menjaga ekosistem DAS citarum terus di laksanakan oleh Satgas citarum harum Subsektor 21-11 Lagadar dengan kegiatan yang melibatkan peranserta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya ataupun mengadakan pengecekan IPAL perusahaan di daerah Lagadar,Senin (7/1/19)

Kegiatan pengecekan yang dilaksanakan Subsektor 21-11 di PT. Pulo Mas di jln Raya Nanjung, untuk melihat sejauh mana pengolahan Ipal nya yang merupakan salah satu tugas rutin satgas dalam menjaga aliran sungai cibaligo yang merupakan anak sungai citarum.

” Kami selalu mengadakan pengecekan rutin terhadap limbah pabrik yang berada diwilayah tugas kami Ucap Dansubsektor 21-11 Pelda Rubino kepada wartawan yang ikut saat ikut mendampingi satgas dalam pengecekan limbah di PT. Pulo Mas dan PT. HeksatexMenurut Juhana Meneger Umun PT. Pulo Mas mengatakan, ” pada prinsipnya kami sangat setuju dan mendukung program citarum harum karena dengan demikian kompetitor kami akan melakukan hal yang sama sehingga harga produk kami bisa bersaing Ujar nya

Tambahnya, ” PT Pulo Mas ini, berdiri sejak tahun 1995 yang saat ini karyawannya berjumlah enam ratus orang yang bergerak bidang drying dan printing dengan memproduksi kain poliester dan untuk operator IPAL berjumlah 10 orang tambah Juhana

Pada kesempatan tersebut bagian IPAL PT. Pulo mas menjelaskan bahwa saat ini pihak perusahaan sudah menginfestasikan cukup besar bagi pembenahan Ipalnya yang berkisar 2 M lelebih untuk menambah alat Ipal baru dan 3 bak qualifire dimana metode yang digunakan kami fisika, kimia dan biologi dalam pengolahan IPal nya dan untuk saat ini baru 20 persen limbah kita manfaatkan kembali ,tutur Dika Kabag Ipal Dalam pengecekan yang selanjutnya satgas juga mengadakan pengecekan IPAL di PT. Heksatex di Jalan Nanjung yang bergerak bidang pembuatan kain

Menurut pihak PT Heksatex, ” pembenahan Ipal menjadikan prioritas bagi kami, terlebih klien kami mengiginkan kwalitas limbah harus baik”, ujar Johanes Meneger Drying dan printing

” Dan untuk itu kami selama kurun waktu empat setengah bulan ini telah menginvestasikan 2M lebih untuk ipal kami dengan produksi limbah kami 7000m3 perhari nya yang menghasilkan kain 6 ton per harinya, dan untuk metode yang kami gunakan pengolahan nya biologi di depan dan kimia di blakang ” jelas Johanes

Setelah di cek Ipal dan hasil limbahnya ,didapati kedua pabrik tersebut mengeluarkan limbah yang cukup baik dan memenuhi parameter yang telah ditentukan satgas yaitu Ikan hidup dan air limbah bening di outlet nya serta komitmen keduaperusahaan tersebut siap mendukung program citarum harum, ( Tyo NR )

Spread the love
  • 38
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *