Komunitas “Budak Sunda Pakidulan” Belum Pernah Tersentuh Pemerintah Dalam Eksistensinya

Bandung,nuansarealita.com,- Kesenian Sunda “Reak” mungkin tidak asing lagi bagi warga Jawa Barat. Kesenian Sunda yang hampir punah ini kental akan hal magic yang di dalamnya diikuti oleh puluhan orang peserta sekaligus yang “ngibing” atau dalam Bahasa Indonesia menari mengiringi irama tabuhan gendang dalam keadaan “trance” atau tidak sadarkan diri.

Hal itu menjadi khas dari kesenian Reak itu sendiri, dan itu wajib kita pertahankan sebagai Warga Negara Indonesia. Yang dimana dalam istilah ” Derajat suatu bangsa dapat diukur dalam budayanya”.

Seperti halnya Warga Masyarakat Kelurahan Kebonjayanti Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung yang tergabung dalam Komunitas “Budak Sunda Pakidulan” mencoba ‘ngamumule’ atau melestarikan Kesenian Reak tersebut melalui Lingkung Seni Oray Hejo Pimpinan Abah Omat.

Lingkung Seni “Oray Hejo” ini didirikan sekitar 28 Tahun silam. Dengan segala upayanya,, Omat mempertahankan budaya warisan leluhur disamping merangkul muda mudi untuk lebih merucut ke hal positif melalui lingkung seni yang ia pimpin hingga saat ini meski belum pernah tersentuh oleh pemerintah dalam eksistensinya selama ini.

Sangatlah jelas dibutuhkan campur tangan pemerintah guna mempertahankan, memajukan dan melestarikan Budaya. Sesuai dengan amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Dalam pasal 2 ditegaskan bahwa Pemajuan Kebudayaan beraszaskan toleransi, keberagaman, kelokalan, lintas wilayah, partisipatif, manfaat, keberlanjutan, kebebasan berekspresi, keterpaduan, kesederajatan dan gotong royong. Dengan Tujuan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa, menderdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa, mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan kesejahteraan rakyat, melestarikan warisan budaya bangsa, dan mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia, sehingga Kebudayaan menjadi haluan pembangunan nasional.

Dengan demikian, Omat berharap terhadap pemerintah, baik itu daerah maupun pusat agar lebih memperhatikan para pelaku atau komunitas seni budaya di Indonesia khusunya Kota Bandung. Yang dimana untuk saat ini masih banyak membutuhkan campur tangannya guna mewujudkan UU no. 5 Tahun 2017 tersebut. (Tony NR)

Spread the love
  • 12
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *