Korsleting Listrik dan Bakar Sampah Penyebab Utama Kasus Kebakaran

Tangerang,nuansarealita.com,-
Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sejak Januari hingga Oktober 2018, sebanyak 241 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Tangerang. Dari jumlah keseluruhan tersebut penyebab kebakaran seperti korsleting arus pendek listrik dan pembakaran sampah sembarangan menjadi penyebab utama kasus kebakaran. Rabu (5/12/2018).

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Agus Suryana menjelaskan, dari keseluruhan penyebab kebarakan yang terjadi di Kabupaten Tangerang, korsleting arus pendek listrik terdapat 71 kasus dan pembakaran sampah sembarangan sebanyak 47 kasus. Sementara untuk penyebab kebakaran seperti kompor atau tabung gas hanya 12, obat nyamuk 1, lilin atau lampu tempel 1 kasus, puntung rokok 11 kasus, penyebab lain-lain 21 dan penyebab yang belum diketahui sebanyak 31 kasus.

“Korsleting arus listrik dan pembakaran sampah sembarang menjadi penyebab utama 118 kebakaran dari 241 kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Tangerang. Akibat dari pada kebakaran yang terjadi dari Januari hingga Oktober sebanyak 32 orang luka-luka dan 6 orang meninggal dunia, dan menyebabkan kerugian sebanyak Rp 59.932.000.000,” jelasnya.

Menurut Agus, maraknya kasus kebakaran yang disebabkan oleh korsleting arus pendek dan pembakaran sampah, karena minimnya pemahaman masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD, kata Agus, telah berupaya melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat.

“kami sudah melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat terkait dengan penyebab apa saja yang dapat menimbulkan atau menyebabkan kebakaran. Diharapkan dengan sosialisasi tersebut masyarakat dapat memahami penyebab kebakaran dan meminimalisir kasus-kasus kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Komandan Pengendali Operasional Pemadam Kebakaran (Damkar) pada BPBD Kabupaten Tangerang, Margono Agus menuturkan, dari 241 kebakaran tersebut hampir keseluruhan melanda industri atau pabrik dengan jumlah 27 kasus yang terjadi, lalu rumah toko (ruko) 12 kasus, dan pergudangan 12 kasus.

“Sementara untuk kawasan permukiman atau rumah tinggal itu ada 59 kasus, jadi yang terbanyak terjadi kebakaran itu di rumah tinggal. Dengan dua penyebab utama yakni korsleting arus pendek listrik dan bakar sampah sembarangan. Ada juga penyebab lain-lain itu kasusnya 131 kebakaran, nah lain-lain ini seperti kebakran ilalang atau perkebunan dan kandang hewan atau peternakan,” ungkapnya.

Margono menambahkan, bahwa Damkar pada BPBD Kabupaten Tangerang hanya memiliki 15 unit mobil damkar, dengan 132 petugas. Menurut Margono, 15 unit mobil damkar yang dimiliki saat ini, masih terbilang kurang dan kerap kali mendapati kendala ketika kebakaran terjadi lebih dari tiga titik.

“Kita masih kekurangan mobil damkar, karena kita pernah ada kejadian kebakaran itu di tiga titik atau wilayah. Sementara mobil damkar kita hanya 15, dan itu kita harus bagi-bagi ke titik-titik kebakaran tersebut yang dapat berkibat pada lambannya proses pemadaman api,” pungkasnya.

(Fitra Hadi/NR)

Spread the love
  • 1
    Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *