Eksistensi Komunitas “TARAP” Dapat Sorotan Khusus Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Banjar

BANJAR, nuansarealita.com,- Keberadaan Tanaman Tarum yang langka dan kini di budidayakan oleh salah satu komunitas berbasis lingkungan hidup yaitu TARAP (Tarum Areuy Project) dalam Gelaran Banjar Ekxspo 2018 menarik perhatian dari salah satu kabid Dinas Kearsipan dan Perpustakaan,Kota Banjar,Jawa Barat.

Ketika mengunjungi stand Komunitas TARAP Kabid Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP)Kota Banjar Otong Suhaya merasa kagum dengan kepedulian dan juga eksitensi komunitas TARAP yang konsisten dalam melstarikan salah satu tanaman yang sudah langka tersebut.

“Saya salut ternyata masih ada komunitas di kota Banjar yang masih konsisten dalam melestarikan dan menjaga keberadaan tarum yang memiliki sejarah bahkan sampai membudidayakan nya,”Ungkap Otong,Rabu(5/12/2018) kepada nuansarealita.com saat mengunjungi Stand Aneka Kreasi Tarum Areuy di Banjar Exspo 2018.

Bahkan tak lupa Otong Suhaya juga menyempatkan membeli salah satu product hasil kreasi dari komunitas TARAP yaitu baju oblong hasil celupan dengan teknik Shibori.

Orang tidak banyak mengenal bahwa pewarna itu lebih banyak dihasilkan dari bahan kimia,sementara TARUM sendiri merupakan tanaman yang menghasilkan pewarna alami.

“Salut buat komunitas TARAP yang konsisten dalam menggali potensi juga mempertahankan kelestarian tanaman yang sudah hampir punah,” pungkasnya.

Dengan eksistensi yang ditunjukan Komunitas TARAP ini Otong menilai patut diapresiasi dan juga contoh buat komunitas-komunitas yang lainnya sehingga akan menjadi ikon di kota Banjar.(Joe NR)

Spread the love
  • 3
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *